STISIP Language Club Digagas

11 Oct 2016 | 20:11 - - 1451 kali dibaca

RAPAT: Suasana rapat inisiasi pembentukan STISIP Mbojo Bima Language Club (SLC)

Berurutan dari kiri, Hadi Santoso, ST, MM, Erick Fajar Subhekti, Asmini

 

Bima, Career Center. – Demi terwujudnya visi menyiapkan mahasiswa dan alumni yang siap memasuki dunia kerja. STISIP Mbojo Bima Career Center (SCC) memfasilitasi pembentukan STISIP Mbojo Bima Language Club (SLC), Selasa (11/10/2016).

Bertempat di Kantor Career Center, Kepala SCC menerima audiensi dari inisiator pembentukan SLC, Erick Fajar Subhekti dan Asmini. Dua mahasiswa semester VII jurusan Administrasi Negara STISIP Mbojo Bima ini sangat antusias. Sehingga, terjadilah diskusi hangat sembari menyongsong tenggelamnya matahari di kampus orange itu.

Dua mahasiswa ini sadar penuh, akan tantangannya di masa yang akan datang. Sehingga, bertekad untuk menyiapkan diri sedini mungkin. Terutama yang berkaitan dengan Skill yang dibutuhkan dunia kerja nantinya.

“Kami sadar, bahwa persaingan dunia kerja kedepannya semakin berat. Mengingat, saingan kita bukan lagi hanya alumni lokal. Tapi internasional. Terutama anggota MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN, red). Sehingga, skill bahasa asing menjadi sangat penting,” urai Erick.

  Sementara Asmini mengaku, keinginannya membangun komunitas bahasa asing sudah sejak lama. Dan merasa mendapat angin segar begitu mendengar telah berdiri STISIP Career Center (SCC) September 2016 lalu.

“Sudah lama kami berbicara dengan rekan-rekan mahasiswa tentang ide komunitas ini. Alhamdulillah, begitu mendengar sosialisasi Pak Hadi (Kepala SCC, red) saat kuliah. Tentang SCC langsung kami tindaklanjuti dengan beberapa kali pertemuan di kantor SCC ini,” ujar Asmini semangat.

Sementara itu, Kepala SCC, Hadi Santoso, ST, MM, menyambut baik ide itu. Sebab, hal itu merupakan bagian dari Job Description SCC dalam menyiapkan mahasiswa dan alumni STISIP Mbojo Bima menembus bursa kerja.

“Salah satu faktor utama yang menjadi penilaian bagi perusahaan besar. Baik itu BUMN, Swasta Asing, serta Perusahaan Swasta Nasional, adalah kemampuan berbahasa asing. Sehingga, kompetensi mahasiswa dan alumni harus ditingkatkan pada aspek ini. Sehingga, diharapkan peluang serapan alumni STISIP Mbojo Bima nantinya menjadi lebih tinggi,”

Hadi menyadari, bahwa saat ini angka pengangguran sarjana jauh lebih tinggi dari tamatan SMA/SMK. Faktor penyebabnya adalah rendahnya kompetensi mahasiswa, sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Berdasarkan hasil research Willis Towers Watson tentang Talent Management and Rewards sejak tahun 2014. Sebanyak delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai. Sehingga, tidak ada solusi lain, pelatihan dan workshop penguatan skill mahasiswa harus ditingkatkan secara simultan dan konsisten,” jelasnya.

Melihat kondisi yang ada tersebut. Maka, Hadi, Erick dan Asmini akhirnya membuat secara maraton konsep, visi, dan program kerja STISIP Mbojo Bima Language Club (SLC).

Dalam pertemuan itu disepakati menunjuk beberapa dosen sebagai Pembimbing/Pembina SLC, antara lain Aini Annisya, S.Si, M.Si (alumni Jepang), Ariani Rosadi, S.Pd, M.Pd, Arif Budiman, S.Pd, M.Pd.Si (Alumni pendidikan bahasa inggris),  Adi Hidayat Argubi, S.Sos, SST.Par, M.Si dan Dra. Nurfarhati, M.Si.

Demi mewujudkan Visi SLC dirancanglah program utama antara lain Language day. Training dan Workshop TOEFL. Apply lamaran pekerjaan dan teknik wawancara. Serta mendatangankan atau mengunjungi natife speaker.

“Untuk selanjutnya akan di susun kepengurusan SLC. Namun, sebelum semuanya dijalankan tentu saja kami akan audiensi dengan Pimpinan Lembaga STISIP. Untuk menerima arahan, masukan dan koreksi. Sesuai dengan yang dianjurkan oleh Pak Hadi,” tandas Erick.

Tepat disaat kumandang adzan magrib, rapat sederhana penuh makna itu ditutup. Sembari Hadi mengingatkan. Bahwa program kerja apapun nantinya, sangat bersifat non profit/financial. Ini penting disadari, karena pihak yang paling diuntungkan adalah mahasiswa sendiri.

“Sejak awal mindset uang harus di buang jauh. Karena ini untuk mahasiswa sendiri. Dan tentu saja, harus bisa mengambil hati para pimpinan dan dosen pembimbing. Karena ini sifatnya sangat sukarela. Dan tidak ada kewajiban secara kelembagaan bagi dosen-dosen berkompeten tersebut untuk membina kita,” ingat Hadi.

Tapi, Hadi sangat yakin pimpinan kampus dan para dosen yang ditunjuk itu. Akan menyambut dengan antusias. Karena kampus juga sangat berkepentingan untuk meningkatkan kualitas keluaran demi masa depan STISIP Mbojo Bima.