Mahasiswa STISIP Yang Ikuti Program COOP, Dilepas

08 Oct 2016 | 21:20 - - 181 kali dibaca

Kota Bima, Bimakini.-Sebanyak 12 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima mengikuti program Co-Operative Academic Education (COOP) dari Kemristek Dikti RI. Mereka dilepas secara resmi oleh Ketua STISIP Mbojo Bima, Drs Gufran, MSi, Sabtu (24/9/2016) di kampus setempat.

Gufran berpesan agar mahasiswa yang sudah ditempatkan pada Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menimba pengalaman sebanyak-banyaknya. Memadukan apa yang diperoleh di kampus dan dunia kerja.

Harapan sama disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan STISIP Mbojo Bima, Drs H  Mukhtar Yasin, MAP. Mahasiswa yang mengikuti program ini harus memerlihatkan kejujuran dan kedisiplinan ditempat kerja, jangan sampai ada keluhan dari UMKM yang telah bekerjasama dengan STISIP.

“Ini adalah ujian, apakah mampu membawa nama baik STISIP ditempat mitra kerja. Pengalaman sebelumnya ada keluhan dari mitra kerja, masalah disiplin dan kemauan bekerja,” ujarnya.

Mahasiswa yang mengikuti program ini selama tiga bulan, diharapkannya bisa mengikuti aturan diitempat kerja. Termasuk menyesuaikan dengan jam kerja, karena harus membaur dan menjadi bagian dari UMKM.

Ketua Program COOP, Tauhid,SE, MAP mengatakan di NTB STISIP Mbojo Bima adalah satu-satunya yang mendapatkan program Co-operative Academic Education atau Program Belajar Bekerja Terpadau (PBBT). Program pusat ini bagian dari upaya menghadapi tantangan Ekonomi Masyarakat ASEAN (MEA).

Mahasiswa STISIP Bima yang mengikuti program COOP.

Mahasiswa STISIP Bima yang mengikuti program COOP.

Apalagi, kata Tauhid, saat ini angka pengangguran tertidik atau lulusan perguruan tinggi cukup tinggi. Kini setiap Perguruan Tinggi (PT) dituntut untuk kompetitif, menyiapkan mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja.

Mahasiswa yang mengikuti program ini, kata dia, diharapkan nantinya mudah terserap di dunai kerja, termasuk menjadi usahawan baru. Keahlian dan keterampilan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan MEA.

“Tuntutan user (pengguna tenaga kerja, Red) makin tinggi, sementara soft skills masih rendah, seperti motivasi kerja, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, kompetensi interpersonal dan orientasi nilai menunjukkan kinerja yang efektif. Kemampuan hard skills atau kognitif saja tidak cukup memadai untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa maupun pengembangan kewirausahaan, namun diimbangi dengan sof skills yang tinggi,” ujarnya.

Sebelum 12 mahasiswa yang mengikuti program COOP dilepas, terlebih dulu diberikan gambaran tentang UMKM dimana mahasiswa ditempatkan. Masing-masing memaparkan tentang kondisi perusahaan. Pembakalan tersebut bertujuan, agar mahasiswa mendapatkan gambaran dan pemahaman awal tentang UMKM yang bekerjasama dengan STISIP, di antaranya Bimeks Group, Sentral Muslim, dan lainnya. (BK.25)